Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2015

BERBAGAI MERK DAN JENIS SENJATA API


1. AK-47



Senjata AK-47, lebih dikenal dengan Kalashnikov AK-47. Ini disebabkan senjata tersebut dirancang pertama kali oleh Mikhail Kalashnikov sebagai senjata serbu otomatis dengan ciri-ciri popor senjata terbuat dari kayu. 
Senjata jenis ini cocok untuk pasukan infanteri buru sergap. Alat itu diadopsi kali pertama oleh angkatan bersenjata Soviet tahun 1949 dan dibuat tanpa bayonet di pucuk senapan. Ciri-ciri AK-47 adalah berkaliber 7,62 mm, cartridge 7,62 x 39, radius pandang 378 mm, panjang 870 mm, dan kapasitas senjata 30 rds.
Berat kosong senjata ini 4.300 gram dan berat pada saat terisi penuh adalah 4.876 gram. AK-47 bisa memuntahkan 600 peluru per menit dengan kecepatan serbu 700 m/s. Senjata itu dirancang untuk dapat menghabisi sekitar 1.500 nyawa manusia di peperangan. 
Karena mampu membunuh dengan sangat cepat dalam hitungan detik, senjata ini diminati oleh kelompok teroris. Pada perkembangannya, negara China dan Uni Soviet saling berbagi pengetahuan secara gratis kepada negara dan kelompok yang pro-komunis, sehingga kemudian senjata tersebut sangat mudah didapatkan di pasar resmi, pasar gelap, dan bahkan dapat dipesan secara online.


2. HK MP5


HK MP5 atau biasa dikenal dengan sebutan Heckler Koch (HK) Maschinenpistole (MP) dibuat sesuai dengan nama perancang pertamanya di tahun 1960 di Jerman. Selanjutnya dikenal dengan nama senapan mesin. Saat itu senjata tersebut dipakai oleh Jerman di perang dunia kedua. 
Pada perkembangannya, HK MP5 dirancang dengan banyak varian oleh Tilo Moller, Manfred Guhring, Georg Siedl, dan Helmut Bauruter. Mereka memang sengaja membuat senjata HK MP5 guna mempersenjatai pasukan khusus atau pasukan elite di Jerman pada tahun 1966. Dalam perkembangannya Kopassus juga memiliki senjata jenis ini.
HK MP5 memiliki ciri berat 2,6 kg, panjang 680 mm, kaliber 9 m dengan jangkauan tembak 200 meter, dan mampu memuntahkan 800 butir peluru per menit. Tidak mudah memiliki senjata jenis ini. Sebab penjualannya sangat dibatasi, bahkan TNI pernah ditolak saat memesan senjata ini.
Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya.
Pada 30 April 1980, pasukan khusus Special Air Service Inggris menggunakan HK MP5 untuk memberantas serangan teroris dalam Operasi Nimrod. Dalam operasi tersebut semua teroris terbunuh. Mereka menggunakan senjata itu karena tingginya tingkat akurasi. 
HK MP5 juga menjadi pilihan utama bagi para pembuat film sehingga sering muncul dalam film Die Hard, S.W.A.T,Bad Boys, End of Days, Terminator 3: Rise of the Machines, Golden Eye, Predator, Air Force One, Matrix, dan The Rock. Senjata ini juga muncul dalam permainan video game yang terkenal yaitu Counter-Strike.

3. M-16


M-16 merupakan senapan serbu buatan Amerika Serikat. Digunakan kali pertama tahun 1960 dan diproduksi oleh Colt dan FN (Fabrique Nationale) dengan kaliber standar NATO 5,56 mm. Dengan berat 2,9 kg, panjang 1.006 mm, dan jangkauan efektif 550 meter, senjata tersebut menjadi andalan militer AS sejak 1967. 
Senjata jenis rifle ini menggantikan M1 Carbines yang dipakai oleh 80 negara dan hanya bisa didapat melalui pembelian langsung ke negara pembuatnya.
M-16 dibuat dari bahan aluminium alloy dan plastik kecuali pada bagian laras yang terbuat dari baja. Selain itu, senjata yang termasuk mudah dalam penggunaannya itu juga mampu menembus pekatnya malam. Di samping itu bisa untuk mencari musuh dalam serangan gas air mata dan kabut tebal.
Kaliber peluru M-16 hanya 5.56 mm (0.223 inci). Karena peluru yang dimuntahkan tergolong kecil sehingga berkecepatan tinggi. Musuh bisa tewas seketika bila terkena peluru itu.

4.SS-1



Senjata SS-1 adalah senapan serbu Indonesia buatan PT Pindad. Dipakai sejak 1991 dengan berat 4,01 kg, panjang 997 mm, dan jangkauan tembak efektif 450 meter. Senjata jenis automatic carbines (lebih pendek dengan tenaga lebih lemah dibanding jenis rifle) ini memenuhi standar NATO. Senjata ini relatif susah diperoleh di pasar. 
Kaliber peluru SS-1 adalah 5.56 x 45 mm (angka pertama menunjukkan diameter dari kepala peluru/proyektil dan angka kedua menunjukkan tinggi dari selongsong) yang juga dikenal dengan jenis 5.56 NATO. Di Amerika Serikat kaliber ini juga dikenal sebagai 223 Remington (angka ini menunjukkan diameter kepala peluru dalam inci). 
Senjata SS-1 diproduksi oleh PT Pindad dengan lisensi dari FN Belgia. Senjata itu merupakan modifikasi dari senjata serbu FNC (Fabrique Nationale Carbine) buatan FN Belgia yang disesuaikan prajurit Indonesia.

5. AWM (senajta andalan saya kalo maen CS hehe)

Senapan runduk AWM (Arctic Warfare Magnum) diproduksi oleh Accuracy International sebuah perusahan senjata Inggris tepatnya di Portsmouth, Hampshire, England. Senapan ini juga dikenal dengan nama AWSM (Arctic Warfare Super Magnum) menggunakan peluru .338 Lapua Magnum.
Senjata ini menggunakan magazen box berisi lima butir peluru tipe .338 Lapua Magnum dan .300 Winchester Magnum.
Alat bidik standar menggunakan alat bidik teleskop buatan perusahaan Jerman yang secara khusus memproduksi alat bidik optik Schmidt & Bender dengan tipe Schmidt & Bender PM II 10x42/MILITARY MK II 10x42 dengan 10 kali kemampuan zoom. Dengan jarak efektif 1,100 m (1.203 yd) (.300 Winchester Magnum) 1,400 m (1.531 yd) (.338 Lapua Magnum). Senapan ini dapat memakai bidikan tipe lain buatan dari Schmidt & Bender atau buatan Carl Zeiss yang digunakan oleh militer Jerman dan Rusia.
Berat senapan ini adalah 6.5 kg (14.3 lb) (.300 Winchester Magnum) 6.9 kg (15.1 lb) (.338 Lapua Magnum) dengan popor, bipod dan magazen kosong. Panjang senapan ini mencapai 1200 mm (47.2 in) (.300 Win. Mag.) 1230 mm (48.4 in) (.338 Lapua Magnum). 

6. Famas

FAMAS (Fusil d'Assaut de la Manufacture d'Armes de St-Etienne, atau FAMAS 5,56 yang artinya Senapan Serbu oleh Pabrik Senjata St-Etienne Arms), adalah senapan serbu dengan peluru 5,56 x 45 mm, berat 3,8 kg, panjang 757 mm yang menggunakan konfigurasi bullpup yang dirancang dan diproduksi perusahaan senjata MAS (Manufacture d'armes de Saint-Étienne yang berlokasi di kota Saint Étienne, perusahaan MAS ini yang merupakan anggota grup GIAT Industries yang sekarang berubah nama menjadi Nexter milik pemerintah Perancis.

Kamis, 08 Mei 2014

Perkembangan Senjata Serbu Bawah Air (SSBA)



Perkembangan teknologi mengakibatkan berlanjutnya perubahan dimensi suatu konsepsi pertempuran, baik ditinjau dari segi sasaran, ruang maupun waktu. Kemajuan teknologi yang berkembang meskipun memiliki keuntungan-keuntungan teknis, namun tidaklah dengan sendirinya dapat menjamin keberhasilan dalam melaksanakan tugas operasi tanpa suatu latihan secara berkesinambungan.
Untuk meningkatkan kemampuan personil dalam menguasai medan pertempuran bawah air, prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska)Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)Pasukan Intai Amphibi (Taifib) TNI AL serta pasukan khusus dilingkup TNI AD dan TNI AU yang bergerak sebagai penyelam (combat diver) membutuhkan kelengkapan Senjata  Serbu Bawah Air (SSBA).

Kopaska dengan APS
Salah satu peperangan bawah air yang perlu diwaspadai yaitu; ancaman penyelam tempur  (combat diver) pihak lawan berupa infiltrasi ancaman sabotase yang sangat potensial bagi kapal-kapal perang maupun personil, yang sulit terdeteksi sehingga dapat mengakibatkan tekanan psikologis. Sehubungan dengan hal tersebut untuk menghindari bahaya sabotase, pihak Labinbair melaksanakan kegiatan penelitian pembuatan SSBA, sebagai wujud kepedulian serta pembekalan kelengkapan senjata Kopaska. TNI AL bekerjasama dengan PT Pindad  (Persero) sesuai bidang dan tugas yang diembannya berperan mengembangkan senjata sehingga tidak terjadi ketergantungan pihak luar sejak beberapa tahun lalu.
APS Russian
Avtomat Podvodnyj Spetsialnyj (APS) Russia
Pembuatan senjata perorangan bawah air dengan mereverse engineering senjata bawah air jenis APS.  APS merupakan singkatan dari Avtomat Podvodnyj Spetsialnyj(Bahasa Rusia) = Special Underwater Assault Rifle. Senjata ini digunakan untuk menembak musuh dalam ancaman infiltrasi, sabotase dan pengamanan tiap personil pasukan penyelam (combat diver)  serta pembelaan diri melawan binatang buas. Prototype SSBA telah disempurnakan dan mempunyai banyak persamaan dengan senjata Senapan Serbu buatan PT. Pindad jenis varian satu (SS1) maupun varian dua (SS2) dengan model kombinasi.
Part SSBA
Persyaratan Produk Senjata.
Persyaratan produk dari SSBA dibuat berdasarkan dari hasil kajian operational requerement (Opsreq)  dari senjata tersebut.  Persyaratan produk SSBA meliputi:
  • Senjata tahan terhadap air laut
  • Bisa berfungsi di darat maupun di dalam air
  • Aman dan mudah dioperasikan
  • Mudah dalam perawatan
Desain
Desain SSBA
Data spesifikasi akan dikombinasikan dengan spesifikasi teknis digunakan untuk penentuan pembuatan prototype SSBA, sehingga dapat ditentukan spesifikasi teknik, sebagai berikut:

Kaliber:5,66 mm x 150 mm

Berat senapan tanpa magasen:3,5   kg

Berat dengan magazen kosong:3,60  s.d 4,50 kg

Kapasitas Magasen:26 butir

Panjang senjata


  1)      Popor terentang:641 mm

  2)      Popor tertutup:600 mm





Lebar:40 mm

Tinggi:20 mm

Sistem Penembakan:Manual 1-1 (tahap ini)

Sistem Operated:Gas Operated

Alat bidik:Visir Pejera

Jarak tembak efektif di bawah air


  1)      Kedalaman 5 meter:Capaian tahap 2

  2)      Kedalaman 20 meter:Capaian tahap 2

  3)      Kedalaman 40 meter:Capaian tahap 2

Jarak tembak di udara:± 100 Meter

Cepat tembak (rate of fire):± 600 m/ butir

Kecepatan awal Vo:± 340-365 m/s
Contoh prototipe SSBA (Belum Final)
Hasil akhir tahun 2013 kemarin –> Berdasarkan kegiatan yang dilakukan ini dapat kami sampaikan kesimpulan sebagai berikut:
  1. Kegiatan penelitian pembuatan Senjata Serbu Bawah Air (SSBA), tahap 1 ini sesuai dengan jadwal yang direncanakan, dengan sasaran berupa prototipe senjata bawah air.
  2. Penelitian pembuatan SSBA telah berhasil dilaksanakan dan telah berhasil diuji coba didarat dengan tembakan manual.
Peluru SSBA
Amunis APS atau biasa disebut peluru paku buatan dalam negeri
UJICOBA AMUNISI SENJATA BAWAH AIR JENIS APS
Pada 16 Desember 2008, telah dilakukan uji coba Amunisi Senjata bawah air Jenis APS (Avtomat Podvodnyj Spetsialnyj) hasil penelitian Labinbair Dislitbang TNI AL bekerja sama dengan PT Pindad yang telah dibiayai dari  Program Insentif Terapan  Kementerian Negara Riset dan Teknologi Tahun anggaran 2008. Amunisi ini merupakan jenis amunisi untuk senjata bawah air yang merupakan satu jenis persenjataan Pasukan Khusus TNI AL.

Keterbatasan amunisi yang tersedia di lingkungan TNI AL saat ini serta tugas yang diemban oleh pasukan khusus, merupakan hal yang melatarbelakangi penelitian pembuatan amunisi senjata bawah air jenis APS sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan material dibidang amunisi yang dapat dioperasikan di lapangan. 

Amunisi senjata bawah air kaliber 5,66 mm jenis APS merupakan sarana yang sangat penting bagi TNI AL, khususnya bagi pasukan khusus seperti Pasukan Katak (Paska), untuk meningkatkan kesiapan prajurit dalam operasi seperti infiltrasi, sabotase dan serangan pendadakan melalui bawah air. 

Pengujian di lapangan merupakan tahapan akhir setelah  kegiatan pengujian fisik dan laboratorium yang meliputi : Visual Test, Dimension test, Kekerasan proyektil amunisi kaliber 5,66 mm, Kekerasan kelongsong Amunisi kaliber 5,66 mm dan pengujian laboratorium. 

Pengujian di lapangan untuk Uji coba amunisi ini yang pertama telah dilakukan di PT Pindad, Turen Malang, kedua dilakukan di Pulau Madura dan ketiga di Pulau Untung Jawa yang dihadiri oleh Wakil dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, PT Pindad (Persero) dan Jajaran Labinbair Dislitbang TNI AL yang diketuai oleh Kolonel Laut  Muharam Ibrahim, ST (Kepala Labinbair ).

Pada uji coba amunisi APS di pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu telah dilakukan penembakan di udara terbuka dengan perkenaan melintang dan di dalam air dengan perkenaan menusuk, serta tembakan sempurna dengan Velocity test (Vo) 370 m/dt lebih bagus dari produksi luar negeri.

Perbedaan peluru paku APS dengan kaliber lainnya
Kegiatan pengujian/ujicoba ini berhasil dengan baik, aman dan lancar baik terhadap personil maupun material peralatan yang digunakan dan waktu sesuai dengan jadwal yang direncanakan. 

Kegiatan ini masih perlu penyempurnaan lanjutan, untuk peningkatan fungsi amunisi APS sehingga betul-betul siap diproduksi dan memenuhi spesifikasi operasional di lingkungan TNI dan siap untuk mendapatkan sertifikasi. Disamping itu tentu diperlukan kajian keekonomiannya. (sugeng-depIV/ humasristek)
Diharapkan hasil kegiatan pembuatan prototype SSBA ini mampu menyediakan senjata perorangan penyelam tempur dengan mempertimbangkan suku cadang material bahan yang mudah diperoleh dan tersedia di dalam negeri. Semoga ditahun ini SSBA sudah bisa diproduksi massal dan melengkapi alutsista pasukan-pasukan khusus kebanggan kita, Amieen… Jaya terus untuk tim Litbang AL dan PT. Pindad….
(Berbagai Sumber)

Rabu, 22 Januari 2014

Senjata Buatan Indonesia Yang Dapat Menembus Tank



SPR 2 (SENJATA PENEMBAK JITU PRODUKSI DALAM NEGERI)

SOSOK senapan penembak jitu antimaterial, menjadi salah satu keperluan utama pada pertempuran era modern, terutama untuk menghajar pasukan musuh yang berlindung di balik material. Menyadari perkembangan ini, PT Pindad pun tak mau ketinggalan, mereka sudah memproduksi dengan nama Senapan Penembak Runduk-2 (SPR-2).


SPR-2 diharapkan mampu menjadi salah satu produk senjata unggulan dalam negeri, yang kehadirannya dapat menjadi varian produk impor sejenis asal Yugoslavia, Black Arrow M93. Kedua senapan antimaterial ini sama-sama menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 (umum pula disebut kaliber .50) dengan isian magasen lima peluru.

Kehadiran SPR-2, membuat produk serupa yang sudah muncul dan dipergunakan berbagai angkatan bersenjata di dunia, menjadi sedikitnya 25 jenis. Sebelumnya, sudah ada produk sejenis, misalnya Gepard M1/M2 (Hongaria, kaliber .50), Barret M82, M90 dan M95, M99, serta M-107 (Amerika, kal .50), SVN-98 (Rusia, kaliber 12,7 mm x 108), Steyr IWS-2000 (Austria, kal .50 dan 12,7 mm x 108), PGR UM-Hecate (Prancis, kal .50), AI AS (Inggris, kal .50), NTW-20 (Afrika Selatan, kal 20 mm), dll.



Menurut Desain Ghrapic Divisi Senjata PT Pindad, Dede Tasiri, senada engineer Nana Mulyana, diharapkan dapat memberikan efisiensi bagi TNI jika dibandingkan produk impor. Dari hitungan, produksi SPR-2 harga lebih murah dan fungsi sama hebatnya, apalagi jika dibandingkan Black Arrow M93 yang harganya di atas Rp 1 miliar per pucuk dan diketahui banyak yang sudah rusak. 


Senjata sniper buatan pindad ini dibuat dalam 3 versi yaitu SPR1, SPR2, dan SPR3
 

SPR 1 ini mempunyai peluru kaliber 7,62mm dengan jarak akurasi 900 meter , Kendati terilhami produk-produk senapan anti material yang sudah ada, namun menurut Dede, kehadiran SPR-2 cenderung desain sendiri dari PT Pindad. Walaupun pada sebagian sosok, masih mengambil desain dari Black Arrow M93 dan NTW-20 (Afrika Selatan).


"SPR-2 pada jarak tembak efektif mampu menembus lapisan baja dengan ketebalan sampai 2 cm pada jarak 500 meter. Pengoperasian dengan sistem bolt action bukan berarti SPR-2 kalah modern, namun diharapkan memiliki kelebihan karena akurasi biasanya lebih jitu," sedangkan SPR3 mampu menembus baja setebal 3 cm dengan jarak 700 meter.

Penggunaan senapan penembak jitu antimaterial, sudah digunakan sejak Perang Dunia II (1939-1945) oleh pasukan Nazi Jerman (Mauser Tank-Gewehr Model 1918, kaliber .51), Jepang (Tipe 97, kaliber 20 mm), dan Inggris (Boys Antitank Rifle, kaliber .55). Ketiga pasukan tersebut menggunakannya untuk menghantam masing-masing musuhnya, yang berlindung di balik tembok atau berada dalam kendaraan lapis baja.



Usai perang, berbagai negara terutama Amerika, Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa Timur kemudian mengembangkan dengan menggunakan peluru kaliber .50 (disebut pula 12,7 mm x 99) dan kaliber 12,7 mm x 108, yang menjadi standar senapan mesin berat mereka. Dari berbagai negara yang ikut memproduksi senapan anti material, Jerman, Amerika, dan Rusia, yang paling banyak membuat aneka produknya sejenis.

Senapan penembak jitu anti material, di pasaran harganya rata-rata sangat mahal, sehingga negara-negara pembeli dan dari nonprodusen yang keuangannya cekak, biasanya terbatas memiliki.


Kamis, 21 November 2013

4 Sandi Operasi Penyadapan Asing Diduga Targetkan Indonesia



Operasi penyadapan dengan Indonesia sebagai korban rupanya sudah terjadi sejak lama. Operasi tersebut dilakukan dalam berbagai nama sandi operasi. Kabar mengejutkan mengenai penyadapan yang terjadi di Indonesia juga disampaikan harian The Australian. Media ini menuliskan bahwa pemerintah Australia juga menyadap satelit Palapa milik Indonesia. 
Pihak yang diduga menyadap adalah Australian Signals Directorate (ASD), salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Australia yang bertanggung jawab atas signals intelligence (SIGNIT).

Informasi mengenai penyadapan satelit ini diungkap Des Ball, professor dari Australian National University's Strategic and Defence Studies Centre. Dalam artikel itu, Satelit Palapa disebut-sebut sebagai sasaran kunci penyadapan yang dilakukan Australia.

Sebelum mencuat soal penyadapan satelit Palapa, surat kabar Australia Sydney Morning Herald pada 29 Oktober 2013 juga mengabarkan adanya penyadapan yang dilakukan pemerintah AS terhadap pemerintah Indonesia. Bahkan bukan hanya Jakarta, AS juga disebut-sebut menyadap semua negara di Asia Tenggara lainnya. Berikut ini sandi operasi penyadapan dengan Indonesia sebagai korban yang sudah dilakukan sejak lama, seperti dirangkum dari data pengamat telematika Roy Suryo yang kini menjabat Menpora:


1. Echelon and friendship (NSA 1990)
Echelon adalah nama sandi untuk menggambarkan kerja sama pengumpulan data informasi oleh lima negara yaitu Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat, disingkat AUSCANNZUKUS. Echelon merupakan bentuk kerja sama mengumpulkan sinyal intelijen dengan menganalisis jaringan berbagai negara. 

Echelon digambarkan sebagai satu-satunya sistem piranti lunak yang mengontrol pengunduhan serta penyebaran hasil penyadapan satelit komunikasi komersial. Echelon juga digunakan untuk memonitor komunikasi militer serta diplomasi Uni Soviet dan Blok Timur pada era Perang Dingin tahun 1960-an. Pada akhir abad ke-20, Echelon berfungsi lebih luas menjadi sistem penyadapan global untuk komunikasi komersial maupun partikelir. 

Menurut sebuah laporan parlemen Eropa, Echelon mampu menyadap panggilan telepon, faksimile, e-mail dan data lainnya yang tersambung lewat transmisi satelit maupun PSTN (public switched telephone network) tempat lalu lintas internet.

2. Jupiter and Larkswood
NBC pernah memberitakan bahwa stasiun penyadapan terbesar badan intelijen Australia DSD berada di Shoal Bay dekat Darwin. Sepanjang 1999 sebanyak 120-150 orang bekerja di sana mendengarkan traffic radio di Indonesia, merekam sinyal terenskripsi dan memonitoring percakapan telepon satelit.? Sistem ini memantau percakapan antara ABRI dengan milisi di Timor-Timur, antara ABRI dengan komando daerah di Dili dan antara Dili dengan markas Kodam di Denpasar. Sambungan lain yang disadap adalah antara Dili dengan Jakarta.

Data lain dari Desmond Ball dalam 'The Defence Presence in the Northern Territory', ada sistem penyadapan dengan sandi Larkswood. Sistem ini menyadap komunikasi satelit terutama yang menggunakan satelit Palapa. Dari semula hanya ada dua piringan antena, pada akhir 90-an sudah ada 11 antena untuk menyadap berbagai komunikasi satelit di Indonesia. Aksi penyadapan ini dilakukan terhadap pejabat militer Indonesia yang lebih menggunakan telepon satelit dalam berkomunikasi dibandingkan dengan komunikasi radio.


3. Orion Spy Satellite (1999)
Orion Spy Satellite adalah operasi penyadapan komunikasi seluler Jakarta dan Dili. Penyadapan dilakukan lewat satelit mata-mata Orion dengan orbit di atas wilayah Indonesia. NBC pernah memberitakan soal ini pada 12 September 1999.

Satelit Orion berposisi 22.300 mil di atas Indonesia. Secara teori, satelit ini bisa menyadap komunikasi walkie talkie dari Timor Timur. Informasi bisa dikirim real time ke markas Australia di Pine Gap. Sambungan telepon dari Indonesia juga bisa disadap dan datanya dikirim ke Amerika Serikat.


4. Magic Lantern (FBI)
Magic Lantern adalah teknologi mata-mata penyadapan passphrase program enkripsi publik seperti Pgp via Implant virus penyadap pada komputer sasaran. Piranti lunak ini dikembangkan oleh Biro Penyelidik Federal (FBI) di mana agen bisa membaca data yang dibutuhkan dengan menyusupkan virus. Magic Lantern meng-instal software bernama keylogging ke komputer korban yang mampu merekam apa saja diketik korban di keyboardnya.

Dengan cara ini informasi-informasi penting bisa didapat untuk dikirim ke FBI. Sejauh ini belum ada laporan Magic Lantern menyadap komunikasi yang dilakukan dengan target di Indonesia. Namun setidaknya, Magic Lantern memberikan peringatan bahwa informasi sepenting apapun bisa disadap.

Sumber: merdeka.com